malam itu bermimpilah wahai si bunga
sang pujangga yang dipuja
tetapi mimpi itu igauan buruk bagi si bunga
sang pujangga yang tersayang
menikah dengan bunga yang lain
terkedu, terkejut lah si bunga tersebut
dia yang meyaksikan kemesraan sang pujangga dan bidadari itu
terkapai-kapai, tertanya-tanya
kenapa? bagaimana? mengapa? adakah?
cerita ini....
sang pujangga membiarkan si bunga
tidak pedulikan lagi
dia sudah ada bidadari
untuk apa lagi si bunga itu
sang pujangga gembira diatas pelamin itu
si bunga mula layu
layu selayu-layunya
mekarnya tiada lagi
madunya tiada lagi
apa lagi yang boleh diharapkannya lagi
sang pujangga bukan miliknya lagi
bunga cuba melupakan sang pujangga
mencari pujangga yang mahukan dirinya
yang baik, yang jahat
bunga perlu memilih
sukar baginya tiada lagi harapan
tiada tujuan akhirnya layu lagi
andai itu takdirnya
dia pasrah
luka hatinya hanya dia yang tahu
dan dia masih lagi menyayangi si pujangga itu
coretan hati : 11.20am
No comments:
Post a Comment